FATHAN FLORA

Alamat Kami : Bumi Anggrek Blok P-177, Karang Satria, Bekasi - Indonesia, Contact Person : Anton (+62 878 8771 2909) atau Juli (0858 8101 2160), Email Address : fathanflora@gmail.com / ciptakaryabersaudara@yahoo.com

TANAMAN HIAS INDOOR

TANAMAN HIAS INDOOR

KEGUNAAN TANAMAN INDOOR

Tanaman di dalam ruangan dapat memberikan efek positif terhadap kesehatan mental, seperti mengurangi stres, kecemasan, dan depresi. Selain itu, keberadaan tanaman di dalam ruangan juga mampu memberikan efek relaksasi serta mampu memperbaiki mood dan membuat Anda lebih tenang. Ada beberapa jenis tanaman yang mampu menyerap gas-gas polutan spt : Dracaena, Sansevieria, Palm dll. Tanaman dalam ruangan selain menyerap gas polutan juga memberikan keuntungan lainnya yaitu udara menjadi lebih segar & bersih, ruangan menjadi lebih indah & menarik. Dengan adanya kondisi demikian secara tidak langsung bisa mempengaruhi productivitas orang-orang yang ada dalam lingkungan tsb,. Tanaman dalam ruangan sangat tergantung pada perawatan rutin dan cahaya. Jangka waktu daya tahan tanaman dalam ruangan bervariasi bergantung pada jenisnya, mingguan hingga bulanan.
Tampilkan postingan dengan label Tanaman Hias Indoor dalam tinjauan kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanaman Hias Indoor dalam tinjauan kesehatan. Tampilkan semua postingan

8 Desember 2011

Sick Building Syndrome

Sick Building Syndrome, itulah julukan “keren” bagi penyakit yang kerap menerjang penghuni kantor. Sekeren apa pun namanya, tetap saja penyakit. Ditandai dengan gejala hidung meler, kepala pusing , perut mual, hingga badan lemas. Jika kondisi itu rutin dialami setiap hari, tak pelak berbagai penyakit kronis pasti dituai.

Menurut Yayat Supriyatna dosen Planologi Universitas Trisakti Jakarta, setiap 1000 orang penduduk Ibu Kota butuh ruang hijau seluas 0,95 ha. Artinya, setiap kepala menghendaki dukungan hidup dari helaian daun seluas 9,5 m². Jika dirata-rata, besaran itu kira-kira sama dengan luas daun Aglaonema sebanyak 1 pot.

Polutan sebagai ancaman

Pencemaran udara tak hanya keluar dari cerobong asap maupun kenalpot kendaraan di jalan raya. Seperti musuh dalam selimut, senyawa berbahaya juga banyak bergentayangan di dalam ruangan atau kantor. Senyawa itu mudah terhirup hidung saat kita bersantai maupun bekerja.

Banyak benda di dalam kantor dan rumah yang bisa menjadi sumber gas beracun. Semisal lapisan plitur, cat dan vernis pembalut meja-kursi antik kesayangan Anda. Bukan itu saja, tisu, kertas, kayu lapis, cairan pembersih, asap rokok, uap tinta, uap lem, plastik, detergen beserta remukan fiber glass juga bisa menjadi sumber gas polutan berisiko tinggi.

Gas polutan itu banyak macamnya. Contoh, Formaldehyde, amonia, benzena, Karbon monoksida, xylene, dan trichloroethylene. Mereka bisa memicu segudang penyakit. Iritasi lapisan membran mucous (kelenjar dalam mulut), gangguan saluran pernafasan, radang tenggorokan dan astma kerapkali disebabkan oleh formaldehyde. Sementara itu, Trichloroethylen bersifat karsinogenik, alias biang penyebab kanker. Terutama kanker hati.

Takut, atau tak mau tahu karena takut itu bukan jalan keluar terbaik. Apalagi harus menutup hidung dengan masker di ruang kerja. Aneka macam jenis tanaman antipolutan siap dipekerjakan sebagai “cleaning sevice” yang senantiasa rajin menyedot polutan di rumah maupun di kantor Anda.

Agen Sedot Hayati

Ada banyak jenis tanaman indoor yang bisa Anda karyakan sebagai penolak polutan. Mereka memiliki spesialisasi sedot berlainan. Pakis boston, bambu, palem, Philodendron, dan Sansevieria adalah ahli sedot polutan yang berasal dari senyawa formaldehyde

Serahkan problem gas beracun yang bersumber dari senyawa trichloroethylen kepada tanaman gebera, krisan dan Dracena deremansis atau bambu rejeki. Sementara itu, Chlorophytum cosmosum vitatum alias lili paris, dan palem adalah tukang sedot sepesialis gas xylene.
Tiap tanaman antipolutan punya teknik sedot berlainan. Nephrolepis exaltata ‘Bostoniensis’ atau pakis boston menggunakan stomata sebagai “facum cleaner” untuk penyedot aneka gas beracun. Piranti renik itu banyak tersebar di bawah helaian daun. Gas beracun yang telah diserap stomata akan memasuki sistim metabolisme dalam tubuh Si paku boston. Di sana, gas penuh bahaya itu dirombak dan disulap menjadi zat bermanfat.

Hasil perobakan lalu dikirim menuju zona perakaran. Olahan berbahan baku racun itu sebagian disuguhkan kepada bakteri yang nebeng di akar. Hidangan itu tak membuat para bakteri binasa. Sebab, mahluk miskroskopis tersebut memang hobi menyantap menu seperti itu. Bahkan ketika jatah ransum tak kunjung diberikan, bakteri pun secara swadaya mampu mengurai zat polutan menjadi makanan pokok harian. Teknik hisap polutan serupa juga dilakukan oleh Sansevieria, wali songo, Draceana, krisan, dan gerbera.

Metoda sedot lain dilakukan oleh sirih belanda. Polutan yang telah dihisap melalui stomata akan diteruskan masuk melalui sitosol menuju vakuola (ruang sel yang berisi cairan). Teknik sedot ini sangat efektif untuk menyapu pencemaran logam berat. Semisal Cd, Zn, Mn, dan Hg. Keajaiban itu terjadi berkat adanya perpindahan protein (antiporter) yang menukar proton dengan ion metal. Kondisi ini terjadi bila logam berat telah terakumulasi di dalam vakuola dan sitosol.

Aglaonema memiliki trik hisap tersendiri. Media tanam beserta daun tanaman keluarga Araceae ini banyak mengeluarkan uap air. Kondisi seperti itu mengakibatkan udara dalam ruangan menjadi lembap. Selain uap, Aglaonema juga rajin menyemprotkan senyawa yang dinamai phytochemical. Zat ini berkhasiat untuk menekan pertumbuhan sepora jamur dan bakteri merugikan dalam ruangan.

Hasil penelitian Associated Landscape Contractors of America menemukan bahwa phytochemical mampu menekan populasi bakteri dan spora jamur merugikan hingga 50 -60%. Di alam, hal seperti itu terjadi sebagai salah satu mekanisme tumbuhan untuk bertahan dan melindungi diri dari serangan pathogen.

Unjuk kerja dan kapasitas sedot tiap tanaman pun berlainan. Ronald Wood, peneliti dari Urban Horticulture Unit, University of technology Sydney mengungkap bahwa tanaman krisan mampu mengurangi gas polutan yang gentayangan di dalam ruangan sebanyak 90%. Agar dicapai hasil maksimal, ruangan seluas 30m² dibutuhkan tanaman krisan sebanyak 2 – 3 pot.

Pakis boston sanggup menyikat habis formaldehid sebesar 1800 mikrogram setiap hari. Tanaman saudara dekat suplir ini juga mampu menyerap polutan yang bersumber dari senyawa xylene sebanyak 208 mikrogram setiap jam. Supaya efisien, dianjurkan menanam paku boston sebanyak 2 pot untuk ruangan seluas 30m² .

Sirih belanda (Epipremnum aureum) termasuk salah satu tanaman anti- polutan berkapasitas penyerapan besar. Tumbuhan merambat berdaun kuning ini mampu meredam 53% dari total benzena sebesar 0,156 ppm per hari. Sirih belanda juga sanggup menekan 67% dari total formaldehid 18 ppm dan 75% dari total Karbon monoksida sebesar 113 ppm.

Seusai menyerap polutan dalam jumlah banyak, daun akan mengalami kejenuhan. Daya sedot daun semakin menurun seiring kian uzurnya usia daun yang bersangkutan. Nah, daun tua seperti itu wajib dicukur. Tujuannya supaya daun muda lekas tumbuh kembali.


Udara sehat pun senantiasa bisa Anda nikmati.


Aneka Tukang Sedot Polutan

• Paku Boston Nephrolepis exaltata Bostoniensis Penyerap paling ampuh
• Palem Chyrsalidocarpus lutescens Penyerap banyak polutan
• Palem bambu Chemaedorea seifrizii Formaldehid, benzena, Trichloroethylene, dan Penguapan tinggi
• Karet hias Ficus robusta Formaldehid
• Dracaena Draceana deremensis Formaldehid
• Ivy Hedera helix Formaldehid
• Palem phoenix Phoenix roebelenii Xylene
• Lili air Spathiphyllum sp Alkohol, aseton, Formaldehid, Benzene, Trichloroethylene
• Dracaena Dracaena fragans massangeana Formaldehid
• Sirih Belanda Epipremnum aureum Formaldehid
• Paku Neprolepis obliterata Formaldehid, alkohol
• Krisan Chrysanthemum morifolium Formaldehid, benzene, Ammonia.
• Gerbera Gerbera jamesonii Transpirasi tinggi
• Dracaena Dracaena deremensis warneckei Benzene
• Dracaena Dracaena marginata Xylene dan Trichloroethylene
• Schefflera Brassaia actinophylla Formaldehid.

3 Oktober 2011

Karyawan Lebih Tahan Stres Jika di Ruang Kerja Ada Tanaman


Meletakkan pot berisi tanaman di ruang kerja bisa memberi efek yang sama dengan berlibur di hutan atau pegunungan. Adanya tanaman di ruang kerja membuat karyawan lebih rileks, tidak mudah stres dan jarang bolos dengan alasan sakit.

Sebuah penelitian mengungkapkan, ruang kerja yang dihiasi dengan pot tanaman bisa meningkatkan kesehatan karyawan secara umum. Bukan hanya mengurangi stres, tanaman juga bisa mengurangi risiko kelelahan fisik, sakit kepala, mulut kering, kulit kering dan batuk-batuk.

Makin banyak pot tanaman yang ada di ruang kerja, makin sedikit karyawan yang bolos dengan alasan sakit. Salah satu alasannya, tanaman mampu menghasilkan oksigen sedangkan tanah di dalam potnya bisa menyerap senyawa-senyawa volatil (mudah menguap), senyawa yang bisa bikin karyawan mudah sakit.

"Ada juga alasan psikologisnya, yakni kebanyakan orang meyakini bahwa tanaman itu sehat sehingga saat melihat tanaman karyawan akan lebih optimistis terhadap kesehatannya," ungkap Dr Tina Bringslimark, psikolog yang memimpin penelitian itu seperti dikutip dari Dailymail, Senin (13/6/2011).

Dr Bringslimark mengamati presensi atau daftar hadir 385 orang karyawan. Dengan dibantu timnya dari University of Life Science di Norwegia dan Uppsala University di Swedia, ia juga menghitung berapa jumlah tanaman yang bisa dilihat para responden di kantornya.

Kesimpulannya adalah, makin banyak jumlah tanaman yang bisa dilihat para responden di kantornya maka tingkat absensi atau ketidakhadiran lebih rendah. Sebaliknya, makin sedikit tanaman yang bisa dilihat maka jumlah ketidakhadiran karena sakit cenderung meningkat.

Selain itu, karyawan yang melihat banyak tanaman saat bekerja bisa menyelesaikan tugas-tugasnya 12 persen lebih cepat dibandingkan karyawan yang kantornya gersang tanpa tanaman. Ketika diperiksa, tekanan darah dan tingkat stresnya memang lebih rendah.

Namun ditegaskan oleh Dr Bringslimark, hasil penelitian ini hanya berlaku di kantor-kantor yang ruangannya tertutup dan tidak memiliki jendela. Jenis tanamannya juga berpengaruh, sebab tanaman berdaun lebih memberikan efek positif dibanding bunga-bungaan. (up/fat)

30 Oktober 2008

TANAMAN HIAS INDOOR DALAM TINJAUAN KESEHATAN

Oleh : Yudha Hartanto. Msi
Selasa, 26-Agustus-2008, 11:32:58
Hasil kajian NASA menunjukkan ada 3 (tiga) bahan kimia yang mudah menguap yang terdapat di lingkungan rumah tinggal, gedung atau perkantoran yang berpotensi sebagai gas polutan. Tapi ada juga tanaman yang mampu menyerap gas-gas polutan. Apa saja?
Interaksi antara manusia dengan tanaman dari dahulu kala sampai sekarang tidak dapat terpisahkan. Interaksi ini dapat berupa kebutuhan dalam bentuk pangan, kesehatan dan keindahan. Interaksi dalam bentuk keindahan dan kesehatan diwujudkan dalam bentuk memelihara tanaman yang disini ditekankan pada pemeliharan tanaman hias 'indoor' yang tidak sekedar berfungsi memberikan keindahan tempat atau ruangan tetapi juga memberikan kesehatan lingkungan, dalam arti membuat udara lebih segar dan sehat. Hasil kajian yang dilakukan oleh NASA (National Aeronautics and Space Administration) dari Amerika Serikat, menunjukkan ada 3 (tiga) bahan kimia yang mudah menguap yang umum terdapat di lingkungan rumah tinggal, dalam gedung ataupun perkantoran yang berpotensi sebagai gas polutan. Ketiga bahan itu adalah Benzene, Trichloroethylene dan Formaldehyde.

Berikut sumber dari ketiga polutan tersebut:

Formaldehyde
1. Plywood (kayu lapis, triplek)
2. Partikel board
3. Karpet
4. Furnitur
5. Produk kertas (Tissue, kertas tulis)
6. Bahan pembersih

Benzene
1. Asap rokok
2. Produk petrokimia
3. Serat sintetis
4. Plastik
5. Tinta dan pewarna kain
6. Produk dari bahan karet
7. Detergen

Trichloroethylene
1. Tinta dan pewarna kain
2. Lem
3. Cat
4. Pernis

Bahan kimia lain yang juga berpotensi sebagai gas polutan adalah Xylene, ditemukan di dalam bahan lem, komputer, printer, cat, penutup dinding dan lantai, Acetone terkandung di dalam bahan kosmetik, Alcohol terdapat pada produk parfum serta Ammonia pada bahan kosmetik.
Dampak dalam jangka waktu tertentu bagi manusia yang tinggal atau bekerja di lingkungan tersebut adalah timbulnya masalah kesehatan seperti timbulnya reaksi alergi seperti mata terasa gatal dan terbakar, mudah mengantuk dan lelah, kulit memerah, masalah di saluran pernafasan dan sinus, kemudian sakit kepala, yang selanjutnya dikenal dengan istilah Sick Building Syndrome.

Sick Building Syndrome adalah suatu keadaan akut dari polusi udara dalam ruangan (indoor) yang terjadi dalam lingkungan rumah atau perkantoran dalam kondisi tertutup atau minim ventilasi.
Tanaman hias merupakan tanaman hias yang penempatannya berada di dalam ruangan dengan pencahayaan matahari terbatas, tersaring ataupun dengan cahaya buatan (lampu TLD). Tanaman hias 'indoor' dapat berupa rangkaian landscape (taman di dalam ruangan) atau tanaman pot (pot plant) yang dapat diletakkan di sekitar ruangan ataupun di atas meja.
Tanaman hias dalam beberapa kajian yang telah dilakukan, selain mempunyai fungsi keindahan (estetika) dapat bermanfaat bagi kesehatan manusia di sekelilingnya. Manfaat kesehatan yang dimaksud adalah mempunyai kemampuan menyerap gas-gas polutan di dalam rumah ataupun gedung perkantoran, memproduksi oksigen, menguapkan air dari permukaan tanaman, sehingga membuat udara lebih segar dan sehat.

Tidak semua jenis tanaman hias mempunyai kemampuan dalam menyerap gas polutan, bahkan di antara tanaman hias tersebut mempunyai kemampuan menyerap gas polutan dengan kadar yang berbeda. Demikian pula beberapa tanaman mempunyai kemampuan memberikan kesegaran udara pada ruangan.
Beberapa tanaman hias yang sudah dilakukan penelitian oleh NASA sebagai tanaman yang mampu menyerap gas-gas polutan di dalam ruangan adalah sebagai berikut:

Formaldehyde
Aloe barbadensis (Lidah Buaya)
Chlorophytum comosum (Lili Paris)
Philodendron sp.
Dracaena fragrans (Hanjuang)
Scindapsus aureus (Pothos)
Syngonium podophyllum
Fern/Adiantum (Leatherleaf Fern)
Nephrolepis exaltata (Pakis Boston)
Ficus elastica (Karet Hias)
Ficus benjamina (Beringin)
Aglaonema modestum (Sri Rejeki)
Sanseviera laurentii (Lidah Mertua)
Rhapis excelsa (Palem Waregu)
Chrysalidocarpus lutescens (Palem Areca)
Chamaedorea sefritzii (Palem Bambu)
Phoenix roebelenii (Kurma Kerdil)
Spathiphyllum sp.
Dendrobium sp.

Benzene
Dracaena marginata (Hanjuang)
Dracaena deremensis (Hanjuang)
Dracaena warneckei (Hanjuang)
Spathiphyllum sp.
Aglaonema modestum (Sri Rejeki)
Sanseviera laurentii (Lidah mertua)

Trichloroethylene
Dracaena marginata (Hanjuang)
Spathiphyllum sp.
Dracaena warneckei (Hanjuang)
Sanseviera laurentii (Lidah mertua)

Xylene
Phalaenopsis sp (Anggrek Bulan)

Alcohol
Dendrobium sp.
Spathiphyllum sp.

Ammonia
Palem waregu (Rhapis excelsa)

Acetone
Spathiphyllum sp. Dendrobium sp.
Selanjutnya adalah tanaman yang mampu memberikan kesegaran di dalam ruangan seperti :
Chrysalidocarpus lutescens (Palem Areca)
Pisang kerdil/dwarf (Musa acuminata)
Palem waregu (Rhapis excelsa)
Spathiphyllum sp.
Dendrobium sp.
Sanseviera sp.

Tips : Letakkan minimal 1 pot tanaman hias untuk luasan ruang 9 m2, agar rumah, gedung atau perkantoran lebih segar,  sehat dan menyenangkan.