FATHAN FLORA

Kami ada di Sentra Tanaman Hias Harapan Indah Blok A4-A5, Bekasi - Indonesia, Contact Person : Anton (021 2627 0201 / 0815 8801 197) atau Juli (0858 8101 2160), Email Address : fathanflora@gmail.com / mailto:ciptakaryabersaudara@yahoo.com

TANAMAN HIAS INDOOR

TANAMAN HIAS INDOOR

KEGUNAAN TANAMAN INDOOR




Hasil kajian NASA Hasil kajian NASA menunjukkan ada 3 (tiga) bahan kimia yang mudah menguap yang terdapat di lingkungan rumah tinggal, gedung atau perkantoran yang berpotensi sebagai gas polutan. Untuk membantu menyerap gas-gas polutan di sekitar lingkungan Kita terutama di dalam ruang (rumah / kantor dll) bisa Kita gunakan Tanaman Indoor , karena ada beberapa jenis tanaman yang mampu menyerap gas-gas polutan spt : Dracaena, Sansevieria, Palm dll. Tanaman Indoor selain menyerap gas polutan juga memberikan keuntungan lainnya yaitu udara menjadi lebih segar & bersih, ruangan menjadi lebih indah & menarik. Dengan adanya kondisi demikian secara tidak langsung bisa mempengaruhi productivitas orang-orang yang ada dalam lingkungan tsb. Tanaman indoor sangat tergantung pada perawatan rutin dan cahaya. Jangka waktu daya tahan tanaman dalam ruangan bervariasi bergantung pada jenisnya, mingguan hingga bulanan.

6 Oktober 2010

Serba serbi Tanaman dalam Pot

KEHADIRAN Taman di area rumah mampu memberi nuansa asri dan segar. Salah satu aksesori yang dapat memperindah taman itu adalah pot tanaman yang lazim ditempatkan di depan rumah.

Tidak hanya di depan rumah sebetulnya, karena tanaman pot juga bisa diletakkan di dalam ruangan ataupun taman belakang. Tergantung cara Anda meletakkan tanaman pot itu, karena jika salah menentukan letak, maka yang terlihat bukannya taman nan indah melainkan merusak konsep taman yang hendak dibuat.

Tanaman pot dibagi menjadi dua macam, yaitu tanaman buah dan tanaman hias, salah satunya jenis tanaman berbunga. Menurut arsitek lanskap Adi Anugrah, tanaman pot memiliki sejumlah keunggulan. Di antaranya mempermudah Anda yang tidak memiliki lahan luas untuk membuat taman.

Dalam arti, jika Anda tak punya cukup lahan untuk taman, tanaman pot bisa menjadi salah satu solusi. Selain memperindah rumah, tanaman dalam pot umumnya juga digunakan sebagai tumbuhan koleksi dan mudah untuk dipindah-pindahkan sesuai selera. Anda pun mudah memonitor tanaman itu jika terserang hama, ditambah lagi perawatannya cukup mudah.

"Salah satu kekurangan tanaman pot yaitu pertumbuhan tanamannya tidak terlalu cepat karena diameter pot yang sifatnya tetap sehingga berakibat pada pertumbuhan akar yang tidak dapat membesar," timpal arsitek lanskap Rachmat Nurhadi.

Menurut Rachmat, ada beberapa tahapan untuk merawat tanaman pot, seperti melakukan penyiraman secara kontinu tiap dua kali seminggu, pada pagi hari tanaman indoor harus dikeluarkan selama kira-kira satu jam, lalu dimasukkan kembali. Setelah itu pemupukan, penanggulangan hama, dan penggantian media tanam yang dilakukan tiap satu bulan sekali.

Untuk menyiram tanaman, Anda perlu mengetahui kadar air pada tanaman pot tersebut. Sebab, kadar air yang terlalu banyak bisa mengakibatkan pembusukan akar.

"Untuk mengetahui kadar air tanaman, kita bisa melakukan tes. Caranya dengan menggunakan tangkai lidi yang ditusukkan ke dalam tanah. Kedalamannya berkisar 5?7 cm. Jika kering sebaiknya disiram kembali, tapi jangan terlalu banyak karena bisa mengakibatkan pembusukan akar," tandas Adi Anugrah.

Ada beberapa tahapan dalam menanam tanaman pot. Pertama, siapkan pot lalu perhatikan bagian bawah pot, apakah pot sudah terdapat lubang? Jika belum, sebaiknya Anda buat lubang yang berfungsi sebagai saluran air, kira-kira 3?5 lubang. Setelah itu, berikan batu kerikil, lalu lapisan ijuk, dan terakhir taruh media tanam.

Media tanam adalah campuran tanah, pupuk kompos, dan pasir. Setelah itu Anda bisa menanam tanaman yang Anda inginkan. Menanam tanaman buah seperti rambutan, bisa Anda mulai dengan mencangkok, lalu siapkan pot berdiameter 80 mm untuk kebutuhan akar.

Hasil cangkok tersebut ditanam di dalam pot yang sudah dilengkapi media tanam. Memilih ukuran pot yang tepat juga bukan perkara gampang. Karena jika salah, pertumbuhan tanaman akan terhambat.

"Biasanya ukuran pot harus disesuaikan dengan ukuran tanaman. Selain itu, kebutuhan akar juga perlu diperhatikan," jelas Adi.

Memilih ukuran pot yang cocok untuk tanaman sebaiknya disesuaikan dengan jenis serta ukuran tanaman itu sehingga menghasilkan keseimbangan antara pot dan tanaman. Jika tanamannya berukuran kecil, tentu Anda harus menggunakan pot berukuran kecil atau sedang. Sementara untuk pohon berukuran besar, dapat menggunakan pot berukuran besar pula.

"Pemilihan pot yang tepat menjadi modal bagi pertumbuhan tanaman. Pot yang digunakan bisa dipilih dengan memanfaatkan kaleng bekas, sisa galon air mineral, ember yang tidak terpakai, drum bekas, dan lain-lain. Untuk menghindari kontaminasi zat, disarankan membeli wadah yang sudah dicuci," terang Rachmat.

Ada beberapa kelebihan dan kekurangan saat Anda memutuskan memakai pot hasil kreasi sendiri. Kelebihannya, biaya yang dikeluarkan tentu tidak banyak. Sementara kekurangannya, antara lain bentuk pot yang kurang menarik dan mungkin ada kontaminasi zat-zat tertentu.

"Anda disarankan memakai pot yang memang sudah diproduksi dan dikhususkan untuk tanaman," imbuh Rachmat.

Penataan pot juga harus terlihat rapi. Tanaman hias bisa ditempatkan di dalam ruangan (indoor) ataupun di luar ruangan (outdoor). Sedangkan untuk tanaman buah, harus diletakkan di luar ruangan. Tanaman hias dalam pot pada umumnya dimanfaatkan sebagai penghias lingkungan atau sebagai tanaman aksen di sudut-sudut ruang maupun di halaman.

Untuk meletakkan tanaman indoor,perlu diperhatikan pula ketersediaan space serta penataan interior dan furniturnya.Dengan demikian, pot tidak akan mengganggu aktivitas penghuni dan bisa lebih terlihat menarik serta menunjang tampilan interior rumah.
(Koran SI/Koran SI/nsa)